Gudang Ilmu PATOFISIOLOGI, Fungsi Glukagon & INSULIN, MENGAPA TERJADI POLIFAGI, POLIDIPSI & POLIURI38

PATOFISIOLOGI, Fungsi Glukagon & Insulin, MENGAPA TERJADI POLIFAGI, POLIDIPSI & POLIURI SERTA 4 TIPE REAKSI DALAM Tubuh

1. Jelaskan fugsi Dari Glukagon dan Insulin! Glukagon

Glukagon adalah Suatu hormon Protein Yang dikeluarkan oleh sel alfa pulau Langerhans’schen sebagai respon terhadap kadar Glukosa Darah Yang rendah dan peningkatan asam Amino Plasma. Glukagon adalah hormon Utama Stadion pasca absortif pencernaan, yang terjadi Selama periode Puasa di antara Waktu makan. Fungsi hormon ini terutama adalah katabolik (penguraian). Sebagai contoh, glokagon bekerja sebagai antagonis Insulin dengan menghambat perpindahan Glukosa ke dalam sel. Glukagon juga menstimulusi glukoneogenesis hati dan menyababkan penguraian Simpana glikogen untuk digunakan sebagai sumber Energi selain Glukosa. Glukagon menstimulus penguraian lemak dan pelepasan asam lemak bebas ke dalam Aliran Darah, untuk digunakan sebagai sumber Energi selain Glukosa. Fungsi-fungsi tersebut bekerja untuk meningkatkan kadar Glukosa darah.1 Insulin
Insulin merupakan hormon Yang terdiri Dari rangkaian asam Amino, dihasilkan oleh sel beta kelenjar pangkreas. Dalam keadaan normal, bila ada rangsangan Pada sel beta, Insulin disintesis dan kemudian disekresikan ke dalam Darah sesuai dengan kebutuhan untuk keperluan regulasi Glukosa Darah. Insulin berperan Penting Pada berbagai proses Biologis dalam Tubuh terutama menyangkut metabolisme karbohidrat. Hormone ini berfungsi dalam proses utilisasi Glukosa Pada hampir seluruh Jaringan Tubuh, terutama Pada otot, lemak dan Hepar.
Pada Jaringan perifer seperti Jaringan otot dan lemak, Insulin berikatan dengan sejenis reseptor (Insulin reseptor Substrat = IRS) Yang terdapat Pada membran sel. Ikatan antara Insulin dan reseptor Akan menghasilkan semacam Signal Yang berguna bagi proses regulasi atau metabolisme Glukosa di dalam sel otot dan lemak, dengan mekanisme
kerja Yang belum begitu jelas. Beberapa hal Telah diketahui, diantaranya meningkatkan kuantitas GLUT-4 (Glukosetransporters-4) Pada membran sel, karena proses translokasi GLUT-4 Dari dalam sel diaktivasi oleh adanya tranduksi Signal. Regulasi Glukosa tidak hanya ditentukan oleh metabolisme Glukosa di Jaringan perifer, tapi juga di Jaringan hati. Untuk mendapatkan metabolisme Glukosa normalen diperlukan mekanisme sekresi Insulin disertai aksi Insulin Yang berlangsung normal.2

2. Mengapa Pada pasin DM terjadi polidipsi, poliuri dan polifagi?

Gejala awal berhubungan dengan efek langsung Dari kada Gula Darah Yang tinggi. Jika kadar Gula Darah Lebih Dari 160-180 mg / dL maka Glukosa Akan sampai ke Luft Kemih. Jika kadarnya Lebih tinggi lagi, Ginjal Akan membuang Luft tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar Glukosa Yang hilang. Karena Ginjal menghasilkan Luft Kemih dalam Anzahl der Beiträge Yang berlebihan maka penderita sering berkemih dalam Anzahl der Beiträge Yang banyak (poliuri). Akibat poliuri maka penderita merasa haus Yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). Sejumlah besar kalori hilang ke dalam Luft Kemih, penderita mengalami penurunan Berat badan. Hal ini menyebabkan penderita sering kali merasakan Lapar Yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi) 0,3

3. Jelaskan 4 tipe reaksi dalam Tubuh Manusia! Reaksi Tipe I (Anafilaktik)

Pada reaksi tipe I (reaksi anafilaktik, reaksi hipersensitivitas tipe Cepat), individu tersensitisasi oleh imunogen tertentu melalui pajanan sebelumnya. Pada Kontak awal Yang diproduksi adalah IgE Yang kemudian beredar ke seluruh Tubuh dan terfiksasi ke permukaan sel Mast dan Basofil. Saat Tubuh Kembali berkontak dengan imunogen Yang Sama, interaksi antar imunogen dengan Antibodi Yang sudah melekat ke sel Mast menyebabkan pelepasan Secara mendadak dan besar-besaran ZAT-ZAT proinflamasi, seperti histamin, yang terkandung dalam sel-sel tersebut. Apabila Anzahl der Beiträge imunogen Yang masuk sedikit dan di Daerah Yang
Terbatas, maka pelepasan mediatornya juga lokal. Pada situasi ini, akibatnya adalah vasodilatasi lokal disertai penigkatan permeabilitas dan pembengkakan. Reaksi ini juga Menjadi dasar bagi uji kulit oleh para ahli alergi. Namun, apabila imunogen masuk dalam Anzahl der Beiträge Lebih besar dan Secara intravena ke dalam orang sudah peka, maka pelepasan Vermittler-Vermittler dapat sangat banyak dan meluas dan menimbulkan reaksi anafilaktik. Yang sering Menjadi penyebab reaktivitas tipe I adalah bisa serangga, serbuk Sari, alergen Hewan, Jamur, obat, dan makanan.

4. Preis, Sylvia Anderson. 2005 Patofisologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta. EGC

Quelle: gudangardhy.blogspot.com

Weiterlesen

  • Intelligenztests

    Intelligenztests Galton Versuch Binets Erfolg Der erste erfolgreiche Test der Intelligenz von Französisch Psychologe Alfred Binet in Antwort auf eine Anfrage von Französisch öffentliche Schule entwickelt wurde …

  • Reynolds Türkei Tasche Bewertung

    Ein besserer Weg der Türkei zu kochen? Die Tasche 19. November 2013 47 Kommentare Snack Mädchen muss alle ihre kanadischen und anderen internationalen Lesern entschuldigen. Sie ist mit dem amerikanischen Thanksgiving-OBSESSED ….

  • 1 Digital Schwangerschaftstest

    DIGITAL Schwangerschaftstest mit Smart Countdown Wenn Sie unregelmäßige Zyklen haben, sollten Sie für Ihre längsten Zyklus in den letzten Monaten vor der Prüfung zu ermöglichen. Wenn Sie keine Ahnung, wann Ihre Periode haben fällig ist, …

You May Also Like

Schreibe einen Kommentar

Deine E-Mail-Adresse wird nicht veröffentlicht. Erforderliche Felder sind mit * markiert.

fünfzehn − zwölf =